Monday, August 8, 2016

Who is Emil Krebs ?


Di postingan saya sebelumnya, saya sempat menyinggung tentang metode Krebs. Yap, metode yang katanya bisa digunakan untuk menguasai bahasa asing secara mudah dalam waktu yang singkat, dan apakah kalian tahu kenapa metode tersebut dinamakan metode Krebs ?.

 Krebs atau Emil Krebs adalah seorang lelaki berwarga negara Jerman yang banyak menguasai bahasa atau biasa disebut poliglot. Beberapa sumber terpercaya mengatakan bahwa ia mampu menguasai 68 bahasa baik dalam berbicara maupun menulis dalam tingkat mahir. Dalam sejarahnya menguasai banyak bahasa bermula saat ia berumur 7 tahun. Ketika itu ia menemukan sebuah koran tua dalam bahasa asing. Kemudian ia membawa koran itu kepada guru di sekolahnya. Guru itu mengatakan bahasa dalam koran itu adalah bahasa Prancis. Lalu sekedar bergurau, guru itu menyerahkan sebuah kamus Perancis-Jerman kepada Krebs. Tak disangka ternyata Krebs kemudian menguasai bahasa Perancis itu dalam beberapa bulan. Bahasa asing lainnya ia kuasai dalam perjalanannya menempuh pendidikan, di gymnasium Swidnica Krebs belajar Bahasa Perancis, Latin, Yunani dan Ibrani. Setelah memperolah ijazah sekolah tinggi pada tahun 1887, ia fasih berbicara dalam 12 bahasa (termasuk bahasa Turki, Yunani, Yunani Modern, Arab dan Polandia).


Pada tahun 1893 Krebs berangkat ke Timur Jauh. Dia ditunjuk sebagai juru bahasa Kedutaan Jerman di Beijing. Selama perjalanan ke Tiongkok, Krebs terus mempelajari bahasa asing. Selama berada di Tiongkok, dia sudah mengenal 40 bahasa. Orang-orang Tiongkok menyebut dia sebagai kamus berjalan. Pada tahun 1914, dia mengaku bahwa dia mengenal 33 bahasa sampai tingkatan yang sangat baik. Beberapa bahasa yang dia kuasai adalah: Bahasa Inggris, Arab, Bulgaria, Tiongkok, Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Finlandia, Perancis, Yunani, Georgia, Hindi, Spanyol, Jepang, Jawa, Lithuania, Melayu, Manchuria, Mongolia, Norwegia, Armenia, Persia, Polandia, Rusia, Rumania, Serbia, Siam, Swedia, Turki, Urdu, Hungaria dan Italia.[2]

Pada tahun 1917, setelah penutupan kedutaan Jerman, Krebs pindah ke kantor berita di kantor urusan luar negeri. Karyawan di lembaga ini menerima tunjangan keuangan jika mengetahui bahasa asing. Krebs, yang mengaku bahwa dia mengetahui lebih dari 60 bahasa, pada awalnya diperlakukan sebagai penipu. Setelah dia membuktikan kemampuannya, Krebs menerima uang tunjangan tersebut.

Dia menikah dengan Mande Heyne pada tahun 1913. Istri Emil Krebs sangat menyayangi seorang poliglot, yang mengurung diri di kamarnya, mempelajari bahasa baru.

Dia meninggal pada tanggal 31 Maret 1930 akibat stroke, menguasai 68 bahasa dari 120 bahasa yang telah dipelajarinya. Dia dimakamkan di Suedwest-Friedhof, Berlin.

Emil Krebs dikenal karena tidak suka diambil gambarnya.


Dia mempelajari beberapa bahasa secara bersamaan, dengan mencari kesamaan di antara sejumlah bahasa tersebut. Sebelum mempelajari suatu bahasa, dia mempelajari sejarah dan budaya orang-orang yang menggunakan bahasa tersebut. Seringkali dia bekerja hingga jam 3.00 pagi.



0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.